Pembangunan Sumur Bor Dipercepat Cegah Kebakaran Lahan Gambut
Merdeka.com - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) tengah gencar membangun 75 sumur bor di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, Muaro Jambi. Pembangunan sumur bor ini dilakukan guna mencegah kebakaran, terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Kepala Desa Sungai Aur, Suwandi menyatakan, pembangunan sumur bor di daerahnya sangat memberikan dampak positif. Utamanya dalam pencegahan kebakaran lahan gambut.
"Alhamdulillah tahun ini kita kemaraunya lembab masih ada curahan hujan. Selain itu dengan adanya sumur bor ini jadi lebih memudahkan lagi untuk pemadaman ketika ditemukan titik api ketika kemarau," ungkap Suwandi di Jakarta, Sabtu (4/9).
Suwandi juga menyebut jika kesadaran masyarakat dalam menjaga alam kini sudah meningkat, di mana mereka tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar serta melakukan illegal logging atau penebangan hutan secara liar.
Namun dirinya berharap, BRGM juga terus menggencarkan program revitalisasi ekonomi di desanya agar warga bisa mendapatkan sumber penghasilan baru. Pasalnya, ekonomi warga menjadi semakin terpuruk selama pandemi COVID-19.
"Harapan kedepannya lebih cenderung ke revitalisasi ekonominya, seperti pemberdayaan masyarakat untuk budidaya ikan, itu pasti lebih membantu masyarakat. Kita juga berharap ada pengembangan seperti ekowisata," pungkas Suwandi
Pembangunan sumur bor sendiri saat ini terbagi dalam dua Program Kerja Masyarakat (Pokmas), yaitu Pokmas Lestari sebanyak 40 unit sumur bor dan Pokmas Alam Lestari sebanyak 35 unit sumur bor.
Ketua Pokmas Lestari, Sohar mengatakan, bahwa timnya yang terdiri dari 20 orang baru saja menyelesaikan pembangunan sumur bor tahap pertama.
"Tahap pertama sudah selesai sekitar bulan Juli sebanyak 20 unit, sekarang kita menunggu tahap kedua, karena targetnya kan total 40 unit," ujarnya.
Selain itu, Ketua Pokmas Alam Lestari, Amiruddin membeberkan jika timnya yang berjumlah 16 orang juga telah menyelesaikan pembangunan tahap pertama sebanyak 17 unit sumur bor.
"Tahap keduanya 18 titik lagi, masih menunggu tahap kedua untuk segera membeli materialnya dan menyelesaikan pembangunan sumur bor," ungkap Amiruddin.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya