Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Ancam Pertumbuhan Ekonomi 2022 Tak Capai Target

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Ancam Pertumbuhan Ekonomi 2022 Tak Capai Target Desain Istana Kepresiden Ibu Kota Baru. Instagram@nyoman_nuarta

Merdeka.com - Pertumbuhan ekonomi 2021 tercatat sebesar 3,69 persen. Angka yang cukup baik setelah pada 2020 terkontraksi -2,07 persen akibat pandemi Covid-19.

Ekonom INDEF, Eko Listiyanto menilai, tren pemulihan ekonomi diprediksi masih akan terus berlanjut. Hanya saja, dia khawatir capaian pertumbuhan ekonomi yang sudah positif ini membuat pemerintah terlena dan kehilangan fokus melanjutkan pemulihan ekonomi.

Hal ini tercermin dari wacana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Menurutnya, rencana tersebut bisa mengalihkan fokus pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,2 persen di tahun ini.

"Muncul wacana pembangunan IKN (tahun ini) APBN ini pasti bakal dicuil ke sana," kata Eko di Jakarta, Rabu (9/2).

Padahal, kata Eko, 2022 merupakan kesempatan terakhir pemerintah untuk memaksimalkan pemulihan ekonomi. Di tahun ini juga pemerintah memiliki kesempatan untuk pelebaran defisit APBN di atas 3 persen.

Sementara, di 2023 akan banyak berbagai macam agenda yang mengganggu fokus pemerintah. Salah satunya memasuki tahun politik untuk persiapan pemilu dan pilpres 2024.

"Tahun depan itu sudah masuk tahun politik, kesempatannya (pemulihan ekonomi) kalau bisa dicapai tahun ini," kata dia.

Kontribusi IKN Dipertanyakan

dipertanyakan rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Senada, Ekonom INDEF lainnya , Rizal Taufiqurrahman juga berpendapat yang sama. Fiskal yang digelontorkan pemerintah seharusnya digunakan untuk berbagai kegiatan yang efektif.

Lahirnya UU IKN beberapa waktu lalu memungkinkan ada alokasi dari APBN untuk pembangunan IKN. Sementara, pembangunan tersebut masih disangsikan kontribusinya dalam masa pemulihan ekonomi.

"Ini tentu akan merubah fokus atau konsentrasi perbaikan dan percepatan ekonomi kita," kata dia.

Rizal meminta pemerintah kembali mempertimbangkan pembangunan IKN. Menurutnya, yang harus dilakukan pemerintah saat ini menjalankan program yang bisa mendorong perekonomian pasca pandemi.

Akibat pandemi, pemerintah harus memutar otak untuk mendorong berbagai kegiatan ekonomi yang menghasilkan nilai tambah. Sehingga tahun ini pemerintah bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi yang selalu meleset sejak tahun 2015.

"Target pemerintah selama 7 tahun tidak pernah terpenuhi, makanya pemerintah harus fokus pada pemulihan ekonomi dulu," kata dia.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP