Pembangunan 38 proyek infrastruktur dilanjutkan, Menteri Basuki 'deg-degan'
Merdeka.com - Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) telah memberikan izin kepada 38 proyek infrastruktur layang (elevated) untuk dilanjutkan pembangunannya yang sempat dihentikan sementara (moratorium). Keputusan ini sempat membuat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengaku khawatir.
"Saya deg-degan juga kan. Saya kan juga ditanya, bagaimana supaya menjamin agar setelah evaluasi ini kecelakaan tidak terjadi? Ada yang bisa jamin?" ungkapnya di Jakarta, Kamis (1/3).
Untuk itu, dia akan kembali mengumpulkan semua badan usaha yang mengerjakan proyek infrastruktur di kantornya untuk diingatkan soal pentingnya keselamatan kerja. "Saya kumpulkan nanti. Apa-apa saja rekomendasi rapat komite harus dilaksanakan. Misalnya, pengawasan, SDM, cek peralatannya, cek semua nanti sebelum mulai," kata dia.
Selain itu, dia akan menegaskan pada semua Badan Usaha untuk tidak setengah-setengah dalam melaksanakan rekomendasi KKK. "Saya ingin mengingatkan agar hati-hati, supaya yang ada di dalam rekomendasi dilaksanakan maksimum," tegasnya.
Sebelumnya, Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) kembali memberikan izin kepada 4 proyek infrastruktur layang (elavated) untuk dilanjutkan. Sebelumnya, sebanyak 34 proyek sudah dapat dilanjutkan dengan catatan.
Keempat proyek yang dilanjutkan adalah LRT Volodrome-Kelapa Gading oleh PT Wijaya Karya, LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi oleh PT Adhi Karya, dan LRT Palembang oleh PT Waskita Karya. Sementara Double Double Track Manggarai-Jatinegara oleh PT Hutama Karya diizinkan untuk dilanjutkan setelah dilakukan pembongkaran launcher gantry lama dan pemasangan launcher gantry baru.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya