Jokowi ingin pangkas dominasi batu bara di pembangkit listrik
Merdeka.com - Pemerintah bakal memberikan insentif untuk proyek pembangkit listrik dengan menggunakan energi ramah lingkungan. Ini demi menggeser dominasi batu bara sebagai energi primer pembangkit listrik di Tanah Air.
Hal tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang V, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (5/7).
"Memang selama ini energi kita 90 persen lebih bertumpu pada batu bara, ini mulai harus di geser dan diubah."
Dia mengungkapkan, potensi panas bumi di Tanah Air mencapai 28 ribu megawatt. Di luar itu, Indonesia masih kaya sumber energi alternatif lain, seperti, angin, matahari, biomassa, dan lainnya.
"Meskipun biaya pembangunannya jauh lebih mahal sedikit tidak ada masalah. Kami berikan insentif khusus bagi pembangkit listrik ramah lingkungan, rate-nya naik sedikit biar orang berbondong-bondong investasi ini."
PLTP Kamojang V berkapasitas 35 megawatt dibangun oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) sejak September 2013. Anak perusahaan Pertamina itu menggandeng PT Rekayasa Industri dan Sumitomo sebagai pelaksana Engineering Procurement and Construction (EPC).
PLTP senilai USD 104 juta itu telah mengalirkan listrik kepada PT PLN (Persero) pada 29 Juni 2015 pukul 00.00 WIB. Pengaliran Ini lebih cepat dua bulan dari kontrak. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya