Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelumas lokal tak kalah saing dengan negara lain

Pelumas lokal tak kalah saing dengan negara lain Diskusi FORWIN. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit turut mengomentari kebiasaan masyarakat yang lebih suka membeli produk luar negeri dibandingkan produk dalam negeri, padahal produk dalam negeri tidak kalah bersaing.

"Sikap mental bangsa lebih memilih produk luar daripada produk dalam negeri. Padahal secara detail, SNI mengacu pada standar internasional kalau tidak ya tidak bisa bersaing," ungkapnya dalam diskusi di Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/4).

Menurutnya, penentuan standar di Indonesia sudah menggunakan berbagai standar kelas dunia, sehingga pasti terjamin kualitasnya.

"Kita untuk ban standar paling tinggi Eropa dan Jepang, kita gabung parameternya sehingga produk ban kita SNI-nya lebih tinggi dibandingkan negara lain. Sama halnya dengan sepatu yang bisa diekspor sebesar 4 miliar dollar. SNI tidak hanya berlaku untuk impor tetapi juga di dalam negeri," kata dia.

Corporate Secretary, PT Pertamina Lubricants, Fitri Erika pun menegaskan bahwa pelumas produksi perusahaannya pun berstandar Internasional. Sebab, pelumas buatan mereka juga sudah digunakan di luar negeri.

"Produk (pelumas) kita diterima di pasar (International) menyesuaikan dengan kultur negaranya, tetapi selalu ada Made in Indonesia," jelas dia.

Selain itu, pihaknya selalu memperbaharui standar yang digunakan dengan cara mencocokkan dengan standar-standar yang berlaku di negara tujuan pasar pelumas Pertamina Lubricants. "Produk kita selalu update terhadap sertifikasi yang ada di luar. Amerika, Jepang, Eropa, dan beberapa produsen mobil kita menerima sertifikasi dari mereka," tutup Fitri.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP