Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peluang investasi pendingin makanan di Indonesia timur paling tinggi

Peluang investasi pendingin makanan di Indonesia timur paling tinggi Ilustrasi kulkas. ©shutterstock.com/Brian A Jackson

Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia Hasanuddin Yasni mengatakan peluang investasi di bisnis rantai pendingin (cold chain) masih sangat tinggi. Penerapan teknologi dan metode proses yang canggih saat ini tengah dibutuhkan pasar rantai makanan dingin Tanah Air.

Apalagi, kata dia, pemerintah telah mengeluarkan regulasi untuk membuka 100 persen asing dalam investasi rantai pendingin makanan.

"Untuk saat ini, cold chain sudah semakin marak dimulai dengan keluarnya regulasi pemerintah, bahwa investor asing bisa 100 persen investasi untuk instalasi cold stroroge (gudang pendingin) banyak delegasi seperti Thailand, Vietnam dan Jepang, untuk mengetahui cold chain dan situasi cold chain di Indonesia," ujar Yasni di Jakarta, Rabu (18/5).

Untuk cold chain, industri seafood yang baru terpenuhi hingga 50 persen. Sementara, untuk industri peternakan hanya mencapai 25 persen, bahkan sayur dan buah menempati posisi paling rendah sebesar 5 persen.

Yasin menegaskan saat ini peluang investasi cold chain sangat terbuka untuk Indonesia timur. Sebab, potensi makanan laut di Indonesia timur sangat besar mencapai 70 persen.

"Peluang untuk cold chain ini masih sangat terbuka terlihat di Indonesia timur yang potensi seafood sangat besar sebesar 70 persen untuk produksi laut," ungkap Yasni.

Yasni juga menjelaskan perkembangan gudang pendingin makanan atau cold storage hanya berkembang 5 persen selama 3 tahun. Alasannya, ketersediaan listrik dan infrastruktur jalan.

"Jalan darat yang masih kurang baik terlebih kontainer yang mengangkat 5 ton menjadi terhambat," kata dia.

President Elect ASHRAE Indonesia Chapter Herlin Herlianika menambahkan peranan teknologi serta investasi energi dijalankan secara bertanggung jawab untuk mengamankan keuntungan jangka panjang, produktifitas, efisiensi lingkungan dan sumber daya.

Menurut dia, saat ini pendingin ikan yang ada di Indonesia sudah tua dan dipakai di zaman Belanda. Untuk itu, dia bakal bekerja sama dengan Kementerian ESDM untuk menghitung populasi pendingin ikan di Indonesia.

"Untuk cold storage 1 ton ikan butuh 1 PK. Saat ini, listrik Indonesia habis untuk cold storage dan AC," kata Herlin.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP