Pelemahan rupiah tak ganggu kinerja Adhi Karya
Merdeka.com - Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tak mempengaruhi kinerja Adhi Karya. Sebab, perusahaan konstruksi pelat merah itu tak tergantung pada valuta asing.
"Sampai di level Rp 13.000 per dolar AS juga kami belum ada masalah. Proyek kami banyak di dalam negeri yang kesemuanya menggunakan rupiah," kata Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Syahgolang Permata seusai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Jakarta, Jumat (20/3).
Tahun lalu, Adhi Karya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 324,1 miliar. Menurun sebanyak 20,2 persen dari laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp 405,9 miliar.
Dari laba Rp 324,1 miliar, sebesar Rp 185,8 miliar berasal dari bisnis konstruksi. Sisanya disumbang sektor real estat Rp 27,4 miliar, properti (Rp 185,1 miliar), dan manufaktur sebesar Rp 8,1 miliar.
"Hal tersebut mencerminkan bahwa lima lini bisnis Adhi Karya mampu menopang pertumbuhan kinerja perseroan ke depan," ujar Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan.
Tahun ini, Adhi Karya menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 15,2 triliun. Sektor konstruksi diharapkan mampu menyumbang Rp 12,5 triliun, EPC (Rp 460,1 miliar), properti realti (Rp 1,7 triliun), dan manufaktur precast (Rp 479,6 miliar). Pendapatan ditargetkan sebesar Rp 13,2 triliun.
"Laba bersih ditargetkan Rp 440,1 miliar.Sementara itu, belanja modal direncanakan sebesar Rp 566,1 miliar," pungkas dia.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya