Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelemahan ekonomi China bikin pasar aset RI turun

Pelemahan ekonomi China bikin pasar aset RI turun Ilustrasi ekonomi. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Sergey Nivens

Merdeka.com - Perlambatan ekonomi China dan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat Federal Reserves (The Fed) ikut berimbas perekonomian dunia termasuk Indonesia. Terutama melemahnya nilai tukar Rupiah karena Dolar Amerika Serikat (AS) bakal terus menguat.

Global Head of Financial Markets Research ANZ, Richard Yestsenga mengatakan tingkat suku bunga dan komoditas global akan tetap berada pada level yang rendah. Kemudian, The Fed secara perlahan akan meningkatkan tingkat suku bunganya.

Dia menegaskan pelemahan nilai Renminbi China juga bakal membuat pasar aset di Indonesia melemah. ‎"Siklus perdagangan global masih akan lemah dan Asia akan merasakan dampak dari kenaikan biaya modal yang berasal dari sumber eksternal. Cina dan renminbi juga berasa dalam siklus pelemahan sehingga membuat pasar aset di Asia akan tetap melemah," ujarnya di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (5/11).

Sementara itu, Senior Rates Strategist Asia ANZ, Kumar Rachapudi mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap akan dipengaruhi tiga faktor yaitu transformasi Cina menjadi ekonomi yang berorientasi pada konsumsi, penurunan harga komoditas serta ketidakjelasan The Fed terkait suku bunga.

"Inflasi akan mulai menurun dan memberikan Bank Indonesia ruang untuk mendorong pertumbuhan, namun volatilitas pada pasar keuangan dapat menahan langkah BI tersebut," jelas Kumar.

Dia menambahkan, perekonomian Cina akan tetap melambat diperkirakan hanya tumbuh 6,8 persen pada tahun 2015 dan 6,3 persen pada tahun 2016. Pemerintah Cina juga telah menerapkan pelonggaran untuk melakukan stabilisasi ekonomi dengan menekan nilai tukar mata uang dan tingkat imbal hasil surat utangnya. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP