Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peleburan Kemenristek ke Kemendikbud Hambat Pemulihan Ekonomi Nasional

Peleburan Kemenristek ke Kemendikbud Hambat Pemulihan Ekonomi Nasional Gedung Kemenristekdikti. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menilai peleburan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menghambat pemulihan ekonomi nasional.

Menurut Bhima, harusnya pemerintah fokus meningkatkan riset dalam menangani pandemi Covid-19. Apalagi, jumlah peneliti di Indonesia masih sangat rendah.

"Kami sayangkan, kenapa dalam situasi sekarang yang dikorbankan itu Kemristek, dilebur ke Kemdikbud. Padahal sekarang ini momentum riset di tengah pandemi ini jadi faktor utama pemulihan ekonomi nasional," kata Bhima dalam diskusi virtual, Rabu (21/4).

Menurut data Indef tahun 2020, jumlah peneliti di Indonesia berkisar antara 216 orang per 1 juta penduduk. Dibandingkan dengan Vietnam, jumlahnya 707 orang per 1 juta penduduk.

Negara maju seperti Jerman memiliki 5.211 orang peneliti per 1 juta penduduk, Jepang 5.331 orang dan tertinggi, Korea Selatan punya 7.890 orang peneliti per 1 juta penduduk.

Di sisi lain, belanja riset Indonesia juga hanya 0,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dibandingkan Malaysia, nilainya 1,1 persen dari PDB. Negara maju seperti Jepang anggaran risetnya 3,4 persen dari PDB, sedangkan Korea Selatan 4 persen dari PDB.

"Jadi jumlah risetnya kalah, belanja riset kalah," kata Bhima.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP