Pelabuhan Tulehu bakal dijadikan kawasan ekonomi dan pariwisata
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Pelabuhan Tulehu, Maluku Tengah akan didorong menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata. Menurutnya, kawasan seluas 420 hektar bisa dijadikan pusat aktivitas ekonomi, termasuk pariwisata.
"Saya sudah cek, pelabuhan itu nanti akan kita pecah menjadi tiga bagian dan menjadi KEK," ujar Luhut seperti dilansir Antara, Kamis (9/2).
Nantinya, Luhut menegaskan pelabuhan tersebut akan dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, untuk penumpang dan wisatawan, kemudian untuk barang dan kargo. Terakhir, satu bagian lagi akan dipakai untuk nelayan.
Luhut menuturkan, pemerintah serius membangun infrastruktur dasar, termasuk pelabuhan yang akan menjadi hub untuk pemerataan pembangunan di daerah.
"Maluku ini adalah provinsi termiskin nomor tiga di Indonesia, tetapi memiliki indeks kebahagian tertinggi di Tanah Air. Tidak lama lagi, Maluku akan maju bersama sektor pariwisata," tegasnya.
Luhut menilai sektor pariwisata adalah industri yang paling murah dan menyerap tenaga kerja paling banyak sehingga dapat segera dikembangkan. Dia juga berharap dapat merealisasikan rencana menjadikan Ambon sebagai lumbung ikan nasional pada 2018. Namun, katanya, masih ada inefisiensi yang perlu diperbaiki.
"Setelah berkunjung ke pelabuhan, saya lihat semua, saya menemukan ada beberapa inefisiensi yang bisa kita benahi bersama Menteri Perhubungan, maupun dengan Pelindo IV, dan Pertamina," katanya.
Luhut menambahkan rencana pemerintah terkait pembangunan ekonomi di Maluku yang akan dilakukan secara efisien. Dengan efisiensi, pemerintah akan menghemat belasan triliun Rupiah per tahunnya.
"Kami akan lakukan pembicaraan di tingkat menteri sebelum melaporkan kepada Presiden," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya