Pekerja RI tak terampil, 30 tahun cuma bisa pasang kancing baju
Merdeka.com - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengatakan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) jadi faktor kunci untuk percepatan ekonomi. Namun masalahnya, 90 persen angkatan kerja di Indonesia belum memiliki keterampilan.
Dengan begitu, kata dia, angkatan kerja tersebut tak memiliki jenjang karir yang jelas. Untuk itu, pemerintah bakal melakukan terobosan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pekerja.
"Mereka-mereka yang mungkin kalau dari segi usia itu berada pada kategori 18 tahun ke atas, mau sekolah lagi, sudah tidak mungkin, kalau mau kerja pilihan mereka terlalu sedikit," ujar Hanif di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (19/4).
Dia mencontohkan banyak pekerja perempuan yang tak memiliki skill di perusahaan garmen. Perempuan tersebut dalam jangka waktu yang lama hanya sibuk memasang kancing baju, tanpa adanya jenjang karir yang jelas.
"Sisanya, mereka hanya bisa masuk sektor-sektor informal yang dari segi kesejahteraan, perlindungan, upah dan sebagainya tentu masih banyak persoalan," kata dia.
Untuk itu, pemerintah bakal mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia menjadi lebih profesional, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja dalam negeri maupun tenaga kerja terampil di luar negeri.
"Judulnya tetap tenaga kerja Indonesia ini harus jadi tenaga kerja profesional Indonesia," pungkas Hanif.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya