Pegadaian: 95 persen nasabah gadaikan emas mereka
Merdeka.com - Direktur Produk PT Pegadaian (Persero), Harianto Widodo menyebut bahwa 95 persen nasabahnya melakukan gadai emas, baik emas perhiasan maupun batangan. Dari dua jenis tersebut, emas perhiasan lebih banyak ditebus kembali oleh nasabah.
"Melihat data kami hampir 95 persen nasabah menggadaikan emas, baik perhiasan maupun batangan. Emas perhiasan banyak ditebus karena cenderung ada ikatan emosional," ujar Hariyanto di Double Tree, Jakarta, Selasa (21/11).
Pada umumnya, masyarakat melakukan gadai emas untuk memenuhi kebutuhan pendanaan usaha. Selain itu, langkah ini juga tergolong efektif karena dapat memperoleh dana dalam waktu singkat.
"Masyarakat ada kecenderungan enggan menjual emas, karena butuh waktu yang panjang untuk memperoleh kembali emas yang terjual. Jadi mereka lebih memilih ke pegadaian," jelasnya.
Hariyanto mengatakan, selain melakukan gadai emas masyarakat juga menabung emas di Pegadaian. Sistemnya, masyarakat dapat mencicil pembelian 1 per 1.000 gram dengan harga sekitar Rp 6.000.
"Jadi tidak hanya gadai, untuk menabung emas, ada yang bisa langsung beli. Tapi untuk masyarakat yang tidak mampu langsung beli, bisa mencicil emas batangan 1 per 1.000 gram harganya sekitar Rp 6.000," jelasnya.
Tabungan emas tersebut tidak memiliki batas waktu. Tabungan dapat diambil apabila sewaktu waktu nasabah membutuhkan. "Kalau sudah terkumpul bisa digunakan untuk haji dan sebagainya. Selain hedging secara tradisional tapi saat butuh likuiditas bisa digadaikan atau di buyback," jelasnya.
Hariyanto menambahkan, tahun 2016 penjualan emas antam Pegadaian telah mencapai 3,5 ton. Angka yang sama juga diprediksi akan tercapai pada tahun ini, penyebabnya karena masyarakat cenderung menunggu harga emas stabil.
"Penjualan emas antam sampai 2016 sebesar 3,5 ton. Tahun ini pencapaiannya hampir sama karena harga emas sangat fluktuatif dan masyarakat cenderung menunggu," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya