Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasokan melimpah, harga minyak dunia anjlok

Pasokan melimpah, harga minyak dunia anjlok eksplorasi minyak lepas pantai. shutterstock

Merdeka.com - Harga minyak dunia kembali anjlok pada Selasa (Rabu pagi WIB). Penyebabnya, pasar global masih mengkhawatirkan produsen-produsen shale oil dapat merusak kesepakatan pemangkasan produksi negara pengekspor minyak atau OPEC.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mencatat rekor produksi minyak tertinggi lagi pada November, naik menjadi 34,16 juta barel per hari. Sementara itu, Rusia melaporkan rata-rata produksi minyak pada November sebesar 11,21 juta barel per hari, tertinggi dalam hampir 30 tahun.

Itu berarti OPEC dan Rusia sendiri memproduksi cukup untuk menutupi hampir setengah dari permintaan minyak global. OPEC memutuskan untuk memangkas produksi minyaknya sebesar 1,2 juta barel per hari, menetapkan pagu produksi minyak di 32,5 juta barel per hari.

Pengurangan produksi ini berlaku mulai 1 Januari 2017, merupakan pemotongan produksi minyak pertama kartel sejak 2008. Pengurangan ini dikoordinasikan dengan negara produsen non-OPEC, Rusia, yang berjanji akan memangkas produksinya 300.000 barel per hari. Di sisi lain, para analis telah memperingatkan bahwa harga minyak yang lebih tinggi akan mendorong produksi minyak serpih (shale oil) AS dan kemudian membawa harga turun kembali.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, turun USD 0,86 menjadi menetap di USD 50,93 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari, berkurang USD 1,01 menjadi ditutup pada USD 53,93 per barel di London ICE Futures Exchange.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP