Pasokan Listrik Jawa-Bali Bakal Alami Kelebihan 30 Persen Saat Natal dan Tahun Baru
Merdeka.com - Konsumsi listrik sistem Jawa Bali akan mengalami penurunan saat Natal dan Tahun Baru 2019. Sehingga, cadangan listrik akan mencapai lebih dari 30 persen.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, memperkirakan beban puncak sistem Jawa Bali pada Desember 2018 kecenderungannya menurun dibandingkan bulan sebelumnya, karena adanya libur akhir tahun dan berkurangnya aktivitas industri.
"Beruntung ini menurut teman-teman PLN mungkin banyak industri besar akan mengurangi aktivitas," kata Menteri Jonan saat meninjau kesiapan PLN dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru, di Area Pengatur Beban (APB) PT PLN (Persero) Jawa Tengah - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di Ungaran, Semarang, Kamis (13/12).
Menurut Menteri Jonan, dengan banyaknya industri besar yang mengurangi kegiatannya, maka kelebihan daya lebih dari 30 persen dari daya pasok dapat dialihkan untuk kegiatan dan acara-acara liburan Natal dan Tahun Baru. Sehingga kebutuhan listrik tetap terpenuhi.
Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero), Amir Rosidin, mengungkapkan saat kondisi normal beban kelistrikan Jawa Bali mencapai 27.700 Mega Watt (MW) atau 82 persen dari daya mampu pasokan listrik Jawa Bali mencapai 33.639 MW. Saat libur Natal dan Tahun Baru hanya terpakai 70 persen.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya