Pasar saham Asia rontok ikuti anjloknya harga minyak dunia
Merdeka.com - Pasar saham Asia bergerak melemah di tengah anjloknya harga minyak dunia di bawah USD 28 per barel, titik terendah lebih dari 12 tahun terakhir. Pasar saham Hang Seng di Hong Kong anjlok 3,8 persen di perdagangan hari ini. Sementara itu, Nikkei di Jepang juga anjlok 3 persen.
Kecelakaan harga minyak dunia semakin parah karena tingginya kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi dunia. Investor tambah gelisah karena membanjirnya pasokan global. Belum lagi Iran sedang mempersiapkan diri untuk menjual minyak ke pasar global pada bulan mendatang.
Saham perusahaan minyak di bursa saham Hong Kong paling menderita. Saham China Sinopec, Petrochina dan CNOOC anjlok lebih dari 6 persen. CNOOC bahkan telah mengumumkan akan mengurangi produksi di tengah penurunan harga saat ini.
Informasi saja, harga minyak mentah AS menyentuh level terendah baru dalam 12-tahun terakhir yaitu di bawah USD 28 per barel di perdagangan Asia pada Rabu. Harga minyak anjlok setelah Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa pasar minyak bisa tenggelam dalam kelebihan pasokan dengan kembalinya Iran.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, sempat menyentuh titik terendah USD 27,92 per barel sebelum kembali naik. WTI diperdagangkan pada USD 27,96 per barel, turun 50 sen atau 1,76 persen, pada sekitar pukul 02.00 GMT.
Terakhir kali WTI ditutup di bawah USD 28 per barel pada September 2003.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret menetap di USD 28,76 per barel, naik tipis 21 sen (0,7 persen) dari penutupan Senin.
Harga minyak terus anjlok setelah Amerika Serikat dan Uni Eropa mencabut sanksi ekonomi pada Iran dalam pertukaran untuk pemenuhan kesepakatan guna mengekang ambisi nuklirnya.
Keputusan ini memungkinkan Iran untuk segera meningkatkan ekspor minyaknya, dengan tambahan 500.000 barel per hari mungkin dalam beberapa minggu ini.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya