Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasar bebas ASEAN bikin bisnis online RI dibanjiri produk asing

Pasar bebas ASEAN bikin bisnis online RI dibanjiri produk asing Online Shop. ©2014 Merdeka.com/frugallivingforlife.com

Merdeka.com - Co Founder Bukalapak.com, Fajrin Rasyid mengakui saat ini Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi ancaman untuk pasar di Indonesia terutama dalam bisnis e-commerce atau perdagangan online. Dengan berlakunya MEA, Indonesia akan leluasa dibanjiri impor produk asing.

"Kalau MEA itu ancaman, sekitar 40 persen penduduk Indonesia itu dari MEA. Mereka menilai kalau mau ekspor barang ke Indonesia saja, karena pasarnya besar dibanding negara lain seperti Malaysia, Singapura, Laos atau Brunei," ujar Fajrin di Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Selasa (9/2).

Fajrin menilai saat ini banyak pelaku usaha terutama dalam e-commerce yang belum mengenali pangsa pasar di dalam negeri, sehingga kerapkali produk mereka kalah bersaing dengan produk dari luar. Dia pun menyayangkan dominasi produk asing yang lebih familiar dengan kebutuhan pasar masyarakat di Indonesia.

"Content is king, dalam hal e-commerce yang paling penting adalah konten atau barang dagangannya. Karena yang paling mengerti adalah harusnya kita sendiri. Sesama masyarakat Indonesia harusnya kita lebih familiar dengan kebutuhan pasar dibanding orang lain," kata dia.

Kendati demikian, dia masih yakin produk Indonesia bisa bersaing. "Ini tantangan untuk kita dalam meningkatkan pemasaran, saya dengar produk furniture dan yang lainnya laku di pasaran, sudah tidak kalah lagi," pungkas dia. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP