Pasar bebas ASEAN ancam industri keramik dalam negeri
Merdeka.com - Awal 2015 mendatang, Indonesia akan menghadapi era perdagangan bebas ASEAN atau biasa disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Adanya pasar bebas tersebut akan membuka peluang masuknya komoditas perdagangan termasuk keramik luar negeri.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengingatkan industri keramik dalam negeri jangan sampai kalah dengan keramik impor. Saat ini Indonesia merupakan pasar potensial mengingat semakin terbatasnya pasar dunia untuk keramik.
"Hal ini merupakan tantangan bagi industri keramik nasional untuk terus berupaya meningkatkan daya saingnya," ujar Hidayat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (17/4).
Menyadari hal tersebut, Hidayat mengatakan perlu dilakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan daya saing industri keramik nasional di mata dunia. Hal itu dapat dilakukan dengan mengembangkan kompetensi sumber daya manusia melalui penyusunan standar kompetensi dan pelatihan.
"Selanjutnya, untuk menguatkan riset dan pengembangan industri keramik nasional diperlukan penambahan dan modernisasi peralatan laboratorium uji di lembaga penelitian," kata Hidayat.
Saat ini pemerintah telah melakukan beberapa upaya peningkatan daya saing produk keramik. Salah satunya dengan mewajibkan setiap produk keramik nasional mencantumkan Standar Nasional Indonesia (SNI). "Juga usulan meningkatkan batas harga sanitary yang terkena PPnBM."
Namun demikian, Hidayat tetap optimis industri keramik tidak akan kalah dengan keramik impor. Pasalnya industri keramik nasional memiliki dukungan berupa ketersediaan bahan baku yang melimpah yang telah terjaga semenjak 30 tahun silam (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya