Para menteri Jokowi bela bos Garam di kasus impor rugikan Rp 3,5 M
Merdeka.com - Penyidik Dittipideksus Bareskrim menangkap Dirut PT Garam (persero) Achmad Boediono di rumahnya, Perumahan Prima lingkar luar blok B3 nomor 28-29 RT 05 RW 08 Kelurahan Jati Bening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (10/6) sekira pukul dua siang. Tersangka ditangkap terkait dugaan tindak pidana penyimpangan ketentuan impor dan distribusi garam industri sebanyak 75.000 ton.
"PT Garam selaku BUMN menerima penugasan dari Menteri BUMN untuk mengimpor garam konsumsi, dalam rangka pemenuhan kebutuhan garam konsumsi nasional. Namun sesuai surat persetujuan impor yang dikeluarkan oleh Kemeterian Perdagangan, yang diimpor oleh PT Garam adalah garam industri dengan kadar NaCL di atas 97 persen," ujar Dirtipideksus Brigjen Agung Setya dalam pesan tertulis yang diterima merdeka.com.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengaku tak yakin bos PT Garam melakukan tindakan yang dituduhkan. Menurutnya, kasus ini terjadi hanya akibat kesalahan administrasi.
"Terus terang, saya tidak yakin Dirut Garam melakukan tindak pidana seperti yang dituduhkan Bareskrim. Kami masih terus menelusuri, kami memperkirakan ada kesalahan administrasi," kata Menteri Rini.
Menurutnya, kesalahan administrasi dalam impor garam sangat bisa terjadi dalam penugasan yang diberikan pemerintah kepada PT Garam. "Kami sedang mencocokkan surat-surat yang dikeluarkan antara Kementerian BUMN, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Perdagangan. Pasalnya izin diberikan untuk garam konsumsi, tetapi kenapa yang beredar itu garam industri," katanya.
Menteri Rini menengarai di antara tiga surat dari kementerian tersebut ada yang menganulir surat lainnya.
Wanita mantan bos Astra Internasional ini mengatakan baru minggu lalu melakukan kunjungan kerja PT Garam. Di bawah kepemimpinan Achmad Boediono perusahaan bisa bangkit.
"Dari sisi kinerja dan operasionalnya, perusahaan berjalan bagus dan bahkan mampu membalikkan keadaan dari yang rugi betahun-tahun, kini mulai untung," ujarnya.
"Lahan PT Garam di Sumenep yang tadinya ditinggal karena tidak digarap, kini sudah mulai dikembangkan. Begitu juga pengembangan lahan garam di NTB, kini para petani plasma bisa menghasilkan Rp 50 juta per bulan," tegasnya.
Menteri Rini menduga, penangkapan Dirut PT Garam ini kental dengan persaingan bisnis impor garam. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya