Pangkas dwelling time, kereta api Tanjung Priok beroperasi bulan ini
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong efisiensi di semua sektor agar daya saing Indonesia semakin meningkat. Efisiensi itu termasuk dalam hal bongkar muat di pelabuhan (dwelling time).
Merespon hal itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman beserta jajarannya terus mencari cara untuk bisa memangkas dwelling time. Ide yang muncul adalah memanfaatkan kembali jalur kereta api yang sempat lumpuh.
Deputi II bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim, Agung Kuswandono mengatakan, jalur kereta sudah rampung 95 persen.
"Pembangunan jalur kereta api sudah selesai 95 persen. Dalam waktu dekat bisa beroperasi normal, tinggal administrasi antara KAI dan PU segera dibereskan. Maret ini KAI bisa beroperasi," kata Agung di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (14/3).
Agung mengatakan, pengoperasian jalur kereta api bisa memangkas waktu bongkar muat di pelabuhan hingga dicapai target dari Presiden Jokowi yakni hanya dua hari.
"Kalau kereta api sudah jalan berarti sudah bisa 2 hari," imbuh Agung.
Pengembangan jalur kereta api tidak akan berhenti meski target waktu 2 hari untuk dwelling time sudah tercapai. Pemerintah, lanjut Agung, akan mengupayakan jalur ganda (double track) untuk menunjang logistik dari Merunda ke Pelabuhan Tanjung Priok.
"Pak Menteri kan minta dua track dari Priok ke Marunda," ujar Agung.
Pengoperasian jalur kereta api tidak akan dilepas begitu saja. Akan ada evaluasi untuk melihat progres pemanfaatan jalur kereta api guna memangkas waktu dwelling time.
"3,6 hari sekarang, nanti akan diuji coba. Kita akan coba nanti setelah Maret jalan akan kita evaluasi, apakah bisa menjadi 3 hari. Nanti yang mengoperasikan PT KAI," tutup Agung.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya