Panama Papers, menkeu sebut bakal pakai semua data pengemplang pajak
Merdeka.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengaku bisa saja memanfaatkan dokumen berisi pengemplangan pajak dan transaksi keuangan ilegal internasional milik Mossack Fonseca, firma hukum berbasis di Panama.
Dokumen yang disebut dengan Panama Papers itu dibocorkan oleh surat kabar Jerman, Suddeutsche Zeitung, kemudian diinvestigasi oleh konsorsium jurnalis investigasi internasional (ICIJ) dan disebarluaskan oleh media internasional lainnya.
"Ya kalau ada report itu dan kami bisa dapat, kami pakai. Kami pakai semua data yang memungkinkan," kata Bambang di kantornya, Senin (4/4) malam.
Namun, menurut, dokumen tersebut kudu memuat besaran pajak yang dikemplang oleh perusahaan terkait.
"Cuma kan yang paling penting nanti tetap berapa uang yang dimiliki. Kalau cuma daftar perusahaan, kami bisa dapat apa?"
Merujuk panama papers yang dilansir situs resmi ICIJ, Senin (4/4), Mossack Fonseca membantu pengusaha hitam Indonesia melarikan dana sedikitnya USD 150 juta yang dihasilkan dari menipu 3.500 investor Tanah Air.
Perusahaan abal-abal ini berkedok investasi online, didirikan di British Virginia Island. Jika merujuk data dari kepolisian serta arsip pemberitaan merdeka.com, maka kasus yang dimaksud dalam dokumen tersebut adalah penipuan PT Sarana Perdana Indo Global.
Perusahaan milik Leonardo Patar Muda Sinaga itu - sampai sekarang Leo masih buron - menghimpun dana Rp 2,1 triliun dari ribuan nasabah. Kedoknya adalah perusahaan menjual kontrak index futures, dengan iming-iming imbal hasil 4 persen per bulan.
Setelah terungkap oleh kerja sama Polri dan Kementerian Perdagangan, Leo kabur ke Singapura. Kasus ini terungkap Maret 2007.
Dalam data ICIJ, Mossack Fonseca tidak kooperatif pada permintaan nasabah Sarana Perdana Indo Global yang tertipu. Mereka berhasil menemukan keterkaitan antara Leo dan Fonseca sebagai firma hukumnya dalam mengelola dana di negara bebas pajak.
"Kami sangat membutuhkan uang investasi yang dilarikan untuk membayar biaya sekolah putra kami pada April ini," kata salah satu investor itu melalui email. Surat elektronik itu tak digubris oleh pihak Fonseca.
Data terkait sosok-sosok penting atau perusahaan di Indonesia masih sangat mungkin terungkap lewat Panama Papers. Para jurnalis sedunia baru memakai sedikit saja dari bocoran tersebut. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya