Paket kebijakan 1-10 Jokowi diklaim penyebab Rupiah bisa menguat
Merdeka.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menilai menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi oleh Paket Kebijakan Ekonomi jilid 1 hingga jilid 10 yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Paket ini disebut telah menimbulkan trust atau kepercayaan dunia internasional terhadap dasar dari perekonomian Indonesia.
Menurutnya, hal itu terlihat dari secara konsisten Rupiah mengalami penguatan, kemudian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan juga foreign direct investment atau investasi langsung.
"Jadi kalau kemudian ini dianggap sebagai bukan atas trust atau kepercayaan dunia internasional terhadap ekonomi kita, menurut saya juga tidak benar," kata Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung, seperti dikutip dari laman Seskab, Jakarta, akhir pekan ini.
Pramono seraya menyebutkan yang dilakukan oleh pemerintah sekarang ini adalah membuat, mempermudah perizinan dan juga membuat orang lebih nyaman berinvestasi di Indonesia.
Dia menambahkan, menguatnya Rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan juga ekonomi secara makro, tentunya harus tetap dijaga oleh pemerintah. Hal tersebut supaya pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama ini bisa dilakukan di atas 5 persen.
"Itu tentunya harus disikapi secara jernih, hati-hati dan juga tetap apa yang menjadi dasar ataupun tujuan utama dari ekonomi kita itu bisa tercapai," jelas Pramono.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya