Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pakai RFID, Pertamina klaim Ahok bakal hemat besar anggaran BBM DKI

Pakai RFID, Pertamina klaim Ahok bakal hemat besar anggaran BBM DKI Pemasangan RFID. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - PT Pertamina Retail bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk penggunaan Radio Frequency Identification (RFID) pada kendaraan operasional dinas kebersihan. Penggunaan RFID ini diharapkan efektif dalam upaya meningkatkan transparansi dan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) oleh pelanggan B2B.

Direktur Utama Pertamina Retail Toharso mengatakan ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh oleh konsumen. Pertama, konsumen akan mendapat keamanan dalam penggunaan RFID, sebab kartu tersebut hanya bisa digunakan untuk satu kendaraan sesuai Nomor Polisi yang sudah didaftarkan oleh Pemprov DKI.

"Jadi kalau ditemukan oleh seseorang kartu itu tidak bisa dia gunakan. Lebih transparan juga karena ada laporan penggunaan BBM setiap bulannya dan kontrolnya juga mudah," ucap Toharso di Jakarta, Senin (4/4).

Lebih lanjut, kata Toharso, penggunaan kartu RFID juga lebih fleksibel karena adanya sistem pembatasan penggunaan harian atau daily limit dalam pengisian BBM. Dengan demikian, penggunaan BBM tidak bisa dicurangi oleh sopir.

"Truk kecil 35 liter, bus dinas 35, mobil ranger 10 liter per hari, truk sampah 35 liter, kalau lebih dari itu otomatis akan ngelock," kata dia.

Selain itu, lanjut Toharso, penggunaan kartu RFID hanya bisa digunakan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dikelola oleh Pertamina. "Hanya bisa digunakan di SPBU yang digit keduanya angka 1, seperti di Jakarta 31, Sulawesi 71, Medan 51, Papua 81 dan seterusnya," pungkasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP