Orang kaya ini kehilangan Rp 273 T sejak 2008
Merdeka.com - Tahun ini jadi waktu tersulit Carlos Slim Helu, pengusaha telekomunikasi asal Meksiko. Dia harus rela kehilangan hartanya mencapai USD 20 miliar atau setara Rp 273 triliun sejak 2008.
Seperti dilansir bloombergbusiness.com, hilangnya harta orang terkaya kedua di dunia ini lantaran saham perusahaannya, America Movil SAB mengalami penurunan sejak 2008.
Selain penurunan saham tersebut, perusahaan Carlos Slim harus menderita lantaran ketatnya aturan bisnis di Meksiko. Di mana perusahaan komunikasi harus bisa membagi pasar jaringan lebih dari satu dekade.
Perusahaan yang berbasis di Kota Meksiko ini memiliki pasar kedua terbesar di Amerika. Bahkan, Carlos berniat ingin untuk mengekspansi pasar Eropa. Kendati demikian, kepemilikan saham Slim harus turun 18 persen dari 57 persen.
Dia juga kehilangan posisi sebagai pemegang saham paling berbobot di Meksiko dan membuat Slim harus dipecundangi 400 orang terkaya di dunia.
"Mereka tidak mendapatkan investor sehingga fokus telah beralih ke profitabilitas memburuk di pasar Meksiko," ujar analis Macquarie Securities USA Inc Kevin Smithen, Rabu (23/12)
Perusahaan telekomunikasi raksasa di Meksiko ini telah mengandalkan Brazil, Austria dan Amerika Serikat untuk perluasan pasar. America Movil SAB telah memiliki 70 persen pasar ponsel Meksiko dan 62 persen jaringannya. Namun, America Movil harus bersaing dengan AT & T Inc yang juga membeli dua perusahaan telekomunikasi Meksiko lain yaitu NII Holdings Inc Nextel Meksiko dan Grupo Iusacell SA.
Dengan begitu, perusahaan telekomunikasi Meksiko bakal menekan harga dan meningkatkan pertempuran untuk pengguna di pasar dalam negeri. Hal ini dibuktikan dari catatan laba yang didapat America Movil SAB mengalami penurunan menjadi 40,3 persen pada kuartal III-2015 dari 44,8 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laba sebelum bunga, pajak dan penyusutan, diperkirakan laba Slim turun kembali tahun depan. Dalam laporan Credit Suisse Group AG pada Desember 2015, America Movil memutuskan untuk spin off sekitar 11.000 menara nirkabel untuk disewakan awal tahun ini. Keputusan tersebut untuk menutupi utang yang dimiliki perusahaan.
"Perubahan peraturan telekomunikasi di Meksiko menarik persaingan, dan sekarang AT&T adalah investasi besar-besaran untuk membuat pemain seluler yang kuat di negeri ini. Kompetisi akan mendapatkan lebih keras di tahun-tahun berikutnya," kata Analis Credit Suisse Daniel Federle.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya