Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Omzet Pasar Induk Beras Cipinang satu hari mencapai Rp 50 miliar

Omzet Pasar Induk Beras Cipinang satu hari mencapai Rp 50 miliar Akom sidak pasar Cipinang. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur PT Food Station Cipinang Jaya Arief Prasetyo memastikan stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur aman hingga Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Namun, Arief mengungkapkan jika satu pekan atau 7 hari sebelum lebaran, Pasar Induk Beras Cipinang akan tutup.

"Insya Allah hingga lebaran aman. Tapi jangan salah pak 7 hari sebelum lebaran ini pasar induk Cipinang tutup," ujar Arief usai menemani Ketua DPR Ade Komaruddin di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (7/6).

Arief menjelaskan, di pasar tersebut terdapat 842 kios. Dari jumlah seluruh Kios di pasar tersebut memiliki stok beras yang masuk dan keluar sebanyak 3.000 ton.

"Sehari kita In outnya mencapai 3.000 ton. Jadi omzet seharinya mencapai Rp 50 sampai Rp 55 miliar. Ini sangat signifikan. Dan kita jamin untuk jakarta, ini juga perintah Gubernur DKI Jakarta harus ada stabilisasi harga. Dan stoknya hingga saat ini dan kedepannya aman," jelasnya.

Sebelumnya Ketua DPR RI Ade Komarudin sambangi Pasar Induk Beras Cipinang Jakarta Timur, Selasa (7/6). Kunjungannya kali ini menyangkut kualitas, harga dan ketersediaan pasokan beras menjelang lebaran 2016 ini.

"Tadi saya ke Toko Sinar Jaya milik pak Ayom. Stok beras disini 47.500 ton per hari ini. Jadi untuk persediaan puasa dan lebaran ini aman dan 70 persen untuk cover Jakarta sudah aman bahkan sisanya sekitar 20 persen antar pulau dari sini," kata Ade Komarudin, di lokasi, Selasa (7/6).

Menurut dia jika stok beras relatif aman, maka sembako lainnya juga akan mengikuti. "Patokan utama adalah beras. Kalau beras gak ada ini bahaya, bisa revolusi kita," ucap dia.

Saat mengunjungi pasar Induk beras Cipinang ini, dirinya sempat berbincang-bincang dengan pemilik toko beras bernama Ayom. Dalam perbincangan tersebut menyinggung kualitas beras lokal yang memiliki kualitas yang lebih baik.

"Tadi saya mendapatkan penjelasan dari pak Ayom soal beras lokal. Itu campuran ada pandanwangi, ada bandung, ada solo, campur-campur. Jadi harganya Rp 11.500, itu beras premium enak," tuturnya.

Memang jika dibandingkan beras lokal dan import, lanjut dia beras lokal itu memiliki rasa yang lebih enak. "Katanya beras lokal itu lebih enak dibanding beras impor. Tapi beras impor itu murah. Setelah kita tahu impor itu murah karena rantainya pendek, itu dari importir dari kapal langsung ke gudang atau distributor," ujarnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP