Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

OJK Targetkan Inklusi Keuangan di 2024 Capai 90 persen

OJK Targetkan Inklusi Keuangan di 2024 Capai 90 persen Dewan Komisioner OJK Tirta Segara. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tirta Segara meyakini Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2020 dapat mendukung target keuangan inklusif sebesar 90 persen pada akhir 2024 sesuai arahan presiden.

Dia menjelaskan ada 4 alasan BIK 2020 sangat penting, pertama, pembangunan di segala bidang termasuk teknologi, infrastruktur, jaringan dan sebagainya yang sekarang ini sudah terpasang ke seluruh pelosok nusantara harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Tidak hanya masyarakat kota tapi juga masyarakat di daerah yang terpinggir, terdepan, maupun yang jauh di pedesaan harus dapat memperoleh akses keuangan, dan melakukan transaksi dengan cepat, aman, dan murah,” kata Tirta dalam Penutupan Bulan Inklusi Keuangan 2020, Kamis (5/11).

Kedua, inklusi keuangan diyakini berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi. Jadi meningkatnya inklusi keuangan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu meluasnya akses keuangan dapat mengurangi ketimpangan kesejahteraan masyarakat.

Peran inklusi keuangan yang ketiga, yakni utamanya pada saat pandemi covid-19 adalah mendorong proses pemulihan ekonomi nasional, diantaranya sebagai kelancaran pemberian financial support bagi seluruh lapisan masyarakat dan para pelaku UMKM, terutama yang sulit dijangkau oleh produk keuangan formal.

Literasi Keuangan

ojk targetkan inklusi keuangan di 2024 capai 90 persenRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Keempat, inklusi keuangan disertai dengan tingkat literasi keuangan yang memadai akan mendukung ketahanan keuangan masyarakat dalam situasi dan kondisi apapun.

"Oleh karena itu OJK bersama dengan Kementerian lembaga terkait, dan lembaga jasa keuangan atau LJK kembali menyelenggarakan bulan inklusi keuangan yang kita laksanakan pada setiap bulan Oktober," ungkapnya.

Dirinya meyakini perluasan keuangan melalui BIK ini dapat menjadi salah satu upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19. Meskipun BIK tahun ini dilaksanakan secara virtual, namun tidak mengurangi esensi dan semangat inklusi keuangan.

"Bahkan kita memperoleh capaian yang melampaui target dan mampu menjangkau beragam lapisan masyarakat yang lebih luas," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP