OJK sebut belum ada pengajuan emiten baru tahun ini
Merdeka.com - Di tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mematok target 35 perusahaan melenggang ke lantai bursa melalui penawaran saham perdana atau IPO tahun ini.
Padahal, hingga akhir Januari 2016, belum ada permintaan izin efektif pencatatan saham perdana (IPO) yang masuk ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk itu, BEI perlu bekerja keras dalam mewujudkan target tersebut.
"Belum ada lagi yang mengajukan," ujar Deputi Bidang Pasar Modal OJK, M Noor Rachman, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat (29/1).
Belum adanya permintaan izin tersebut disebabkan adanya perusahaan masih menunggu laporan akhir tahun 2015. Batas waktu bagi bakal calon emiten yang hendak mengajukan permohonan izin efektif menggunakan laporan keuangan September 2015, sudah lewat batas waktunya.
Sebelumnya, pada September 2015, BEI menurunkan target jumlah perusahaan yang melakukan IPO di tahun 2015 dari semula 35 emiten menjadi 32 emiten. Sementara itu, data resmi OJK menunjukkan jumlah emiten saham baru menurun 5 perusahaan dibandingkan tahun sebelumnya. Ada 20 emiten saham baru di tahun 2014, sementara di tahun 2015 hanya ada 15 emiten saham baru.
Kendati demikian, sisi nilai emisi saham justru mengalami peningkatan signifikan hingga 35,78 persen. Pada 2014, nilai emisi saham mencapai Rp 8,3 triliun, adapun pada tahun 2015 meningkat menjadi Rp 11,27 triliun. (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya