OJK: Perbankan jangan sombong masalah keamanan IT
Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespon keras kejadian pembobolan bank beberapa waktu lalu. Perbankan dalam negeri diminta memetik pelajaran dari kejadian ini dan jangan sombong dalam masalah teknologi.
"Makanya (perbankan) jangan sombong. Kalau masalah IT engga boleh banyak bicara, oh saya aman. Belum tentu," ucap Deputi Komisioner Managemen Strategis 1 OJK, Lukcy Fathul Hadibrata di Gedung OJK, Jakarta, Jumat (16/5).
Namun demikian, dirinya yakin kejadian pemblokiran Bank Mandiri beberapa waktu tidak akan sampai membuat kepanikan masyarakat yang menimbulkan pengambilan dana nasabah besar-besaran. Perbankan dinilai akan masih aman atas kejadian pemblokiran beberapa waktu lalu.
"Ini masalah bukan karena likuiditas tapi security sistem. Katakan nasabah ambil Rp 3,6 miliar dibandingkan Rp 400 triliun, kan ga ada artinya," tegasnya.
Dalam masalah kasus Bank Mandiri, OJK juga telah memanggil petinggi bank pelat merah tersebut. OJK telah memberi jalan keluar dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan.
"Kita juga sudah melakukan konsolidasi juga. Ini sudah balik ke normal lagi," tutupnya singkat.
Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia baru-baru ini membekuk enam warga Malaysia yang tergabung dalam sindikat pencurian data dan pembobol kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Central Asia (BCA).
Para pelaku pembobol ATM berhasil melakukan aksi kejahatan terhadap 112 nasabah senilai Rp 1,2 miliar.
Selain BCA, kasus teranyar yang menghebohkan adalah upaya pembobolan rekening 1.214 nasabah Bank Mandiri oleh jaringan asal Kanada. Aksi ini dijalankan dengan metode skimming, yakni pelaku mengakali mesin ATM atau gesek debit (EDC)untuk merekam pita magnet kartu nasabah, sehingga terjadi transaksi ilegal.
Direktur Utama Mandiri Budi Gunadi Sadikin lewat akun Twitter-nya kemarin (13/5), mengakui ada 10.000 nasabahnya yang berpotensi terkena tindak kejahatan cyber itu. Ini berujung pada keputusan bank BUMN itu memblokir ribuan rekening akhir pekan lalu, supaya tidak terjadi hal tidak diinginkan. Sayangnya, pemblokiran ini sempat memicu kepanikan nasabah Mandiri di beberapa kota.
"Hari Sabtu (10/5), kita run advance transaction analytics tool ke seluruh nasabah kita, teridentifikasi 1.214 nasabah kita yang mungkin kena. Kita juga temukan sekitar 6 ATM yang kemungkinan besar dipasangi 'skimmer'," kata Budi lewat akun @BudiGSadikin.
Sejauh ini, seluruh nasabah yang diduga menjadi korban langsung diminta mengganti kartu debit masing-masing ke cabang Mandiri terdekat. Adapun yang sudah melaporkan kehilangan uangnya, kata Budi, mencapai 100 rekening. "Mereka sudah komplain ke kita. Bank Mandiri berjanji mengganti uang nasabah yang hilang dalam 14 hari". (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya