Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

OJK nilai merger bukan solusi penguatan perbankan syariah Tanah Air

OJK nilai merger bukan solusi penguatan perbankan syariah Tanah Air Bank Syariah. ©wordress.com

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap pemerintah memberi penambahan modal guna memperkuat kinerja perbankan syariah. OJK menilai solusi merger atau penggabungan saja tidak cukup.

Direktur Perbankan Syariah OJK, Dhani Gunawan Idhat, khawatir jika nantinya hanya dilakukan merger bisa berdampak pada penciutan aset bank itu sendiri.

"Bisa ada pengurangan karyawan dan lainnya," katanya dalam diskusi pelatihan jurnalistik Roadmap Perbankan Syariah Indonesia di Bogor, Sabtu (20/11).

Dalam catatan OJK, pada tiga tahun terakhir, pangsa pasar bank syariah terus turun. Pasar bank syariah per Mei 2015 tercatat menjadi 4,57 persen dibanding akhir 2014 sebesar 4,89 persen.

"Nanti kalau enggak ditambah modal, yang tadinya 4,8 persen menjadi 4,5 persen," ucap Dhani.

Dia mengatakan dengan penambahan modal maka bank syariah hasil merger akan naik kelas menjadi bank kategori BUKU III ataupun BUKU IV, imbasnya kegiatan bisnis ke depan akan lebih luas dari sebelumnya.

"Kalau Kementerian BUMN butuh tim kerja merger, kami siap membantunya, sehingga nantinya ada roda penggerak bagi perbankan syariah dalam menjadi penggerak roda ekonomi, " ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah berencana melakukan penggabungan pada tiga bank syariah yaitu PT BRI Syariah, PT Bank Mandiri Syariah, dan PT BNI Syariah.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP