OJK minta industri asuransi serap obligasi BUMN berbasis infrastruktur
Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta industri asuransi jiwa di Indonesia untuk menyerap obligasi BUMN berbasis pembangunan proyek infrastruktur nasional. Hal ini bertujuan untuk menggenjot pertumbuhan premi dan investasi asuransi jiwa.
Adapun dalam proyek pembangunan infrastruktur nasional, pemerintah saat ini membutuhkan biaya mencapai Rp 5.519,4 triliun.
Direktur Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan OJK, Ahmad Nasrullah mengatakan, besarnya kebutuhan dana infrastruktur dapat menjadi peluang bagi industri asuransi untuk menggenjot pertumbuhan premi dan investasi.
"Proyek infrastruktur butuh perlindungan jadi produk security, penjaminan harusnya bisa berkembang bagus. Investasi juga bisa dilakukan dalam bentuk surat berharga di sektor infrastruktur. Jadi selain mengcover, industri juga terbuka peluang investasi," ujar Nasrullah dalam seminar 'Peluang dan Strategi Industri Asuransi di Tengah Isu Perlambatan Ekonomi 2017' yang digagas Warta Ekonomi di Jakarta, Rabu (27/9).
Penyerapan investasi di obligasi perusahaan BUMN infrastruktur menurutnya dapat memenuhi kewajiban perusahaan asuransi untuk investasi di Surat Berharga Negara (SBN). sejauh ini, OJK telah melakukan relaksasi dengan memperluas kewajiban investasi perusahaan asuransi di SBN. Relaksasi tersebut adalah dengan memasukkan obligasi perusahaan BUMN infrastruktur sebagai obligasi pemerintah.
"Kita mengeluarkan investasi dalam bentuk insentif. Kita mewajibkan perusahaan asuransi jiwa investasi minimal 30 persen dan asuransi umum 20 persen di obligasi pemerintah tahun ini. Tapi karena ramai yang cari akhirnya kita perluas menjadi obligasi yang dikeluarkan perusahaan BUMN infrastruktur juga dimasukkan," tandasnya.
Namun demikian, tantangan industri asuransi ada pada tingkat kapasitas permodalan perusahaan untuk meng-cover proyek infrastruktur dalam jumlah besar. "Rendahnya penetrasi asuransi juga menjadi tantangan," kata Nasrullah sembari menyebutkan bahwa hingga akhir 2016 penetrasi asuransi sebesar 2,61 persen.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya