OJK: Kondisi Ekonomi Global dan Pemilihan Presiden Jadi Tantangan IKNB
Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan beberapa tantangan yang akan dihadapi Industri Keuangan Non Bank (IKNB) di tahun 2019. Salah satunya adalah kondisi perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian dan mengalami perlambatan di tahun ini.
Hal itu disampaikan oleh Deputi Komisioner Pengawas IKNB OJK, Moch Ihsanuddin, dalam sebuah acara diskusi bertajuk 'Prospek Bisnis IKNB 2019, Peluang dan Risiko di Tahun Menantang' di Hotel JW Marriott, Jakarta, Selasa (12/3).
"Jadi beberapa tantangan IKNB ke depan itu ada beberapa hal, antara lain seperti pemulihan ekonomi global. Itu ternyata kan masih cukup melambat atau belum terlihat secara signifikan," kata dia.
Selain itu, situasi politik dalam negeri, di mana tahun ini ada pemilihan presiden (Pilpres) menjadi tantangan sendiri bagi industri. Sebab di tahun politik, kondisi ekonomi menjadi lebih sensitif.
"Apalagi pada bulan April nanti kan kita menghadapi bersama-sama pemilihan presiden dan pileg, akan terjadi perlambatan sejenak lah. Semoga setelah itu suasana kondusif, sehingga pelaku sektor riil maupun sektor finansial itu cepat bangkit lagi," ujarnya.
Tidak hanya itu, faktor lainnya dari sektor domestik adalah kondisi masih defisitnya transaksi berjalan atau Current Account Defisit (CAD). "Tapi yang cocok jawab ini dari otoritas fiskal ya, OJK hanya bersama-sama mendiskusikan terhadap permasalahan tersebut," dia menambahkan.
Dalam kesempatan serupa, Kepala Dept Pengawasan IKNB 2A OJK, Ahmad Nasrullah mengungkapkan OJK optimis IKNB akan mengalami pertumbuhan di tahun ini.
Dia mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi indikator optimisme tersebut. Yaitu kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, kondisi emiten yang baik hingga kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, BI dan OJK dinilai positif untuk industri keuangan.
"Peluang dan tantangan IKNB adalah rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia, SDM di IKNB, rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk IKNB, pendanaan industri dana pensiun dan inovasi industri keuangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0," tutupnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya