Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

OJK: Industri keuangan wajib prioritaskan konsumen

OJK: Industri keuangan wajib prioritaskan konsumen

Merdeka.com - Genap satu tahun beroperasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima 9.000 laporan dan pengaduan dari masyarakat terkait industri keuangan. Pengaduan ini banyak muncul lantaran banyak masyarakat yang belum mengetahui seluk beluk industri keuangan serta program yang ditawarkan.

"Dari yang masuk itu yang paling banyak sebetulnya mencari informasi, misalnya masyarakat ada tawaran produk seperti ini, itu bagaimana, ini suatu kemajuan," ujar Ketua OJK Muliaman D Hadad di Jakarta, Senin (24/2).

Muliaman mengklaim, banyaknya laporan dan pengaduan yang diterima lembaga ini menjadi indikator peningkatan kinerja OJK menyosialisasikan seluk beluk industri keuangan. Hal itu sesuai dengan amanat Undang-undang yang diberikan pada OJK.

Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia ini meminta pelaku industri keuangan baik bank maupun non-bank tetap memprioritaskan kepentingan konsumen. Sehingga masyarakat dapat semakin maksimal memanfaatkan produk jasa keuangan.

"Kita sekarang berhadapan dengan klien yang berbeda dengan lima tahun lalu, mereka lebih kritis, jadi kalau kita gagal pemberian layanan kita akan hilang loyalitas dari mereka, loyalitas nasabah menjadi penting, tanpa itu kita kehilangan bisnis kita," ucapnya.

Dia berharap, dengan keterbukaan informasi yang semakin meningkat, edukasi kepada masyarakat terhadap industri keuangan semakin masif. Ini dimaksudkan agar kerugian baik pribadi masyarakat maupun negara dapat dicegah.

"Mudah mudahan komunikasi yang diberikan ini mengurangi kerugian di masa depan dan saya kira nanti terus kita pantau, pemberian informasi itu, saya yakini pemberian informasi itu akan sangat bermanfaat dalam mengambil keputusan mengambil produk keuangan," terang  Muliaman.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP