Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

OJK: Banyak pelajaran yang diambil dari krisis 98

OJK: Banyak pelajaran yang diambil dari krisis 98

Merdeka.com - Belakangan ini, ujian atas ketahanan fundamental ekonomi nasional tengah menghadapi ujian. Dimulai dari perlambatan pertumbuhan ekonomi di kuartal I karena menurunnya kinerja ekspor, hingga yang terakhir adalah pelemahan nilai tukar mata uang rupiah.

Anjloknya nilai tukar rupiah memaksa Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuannya (BI Rate) sebesar 25 basis poin. Tidak hanya itu, cadangan devisa pun terus tergerus sebagai konsekuensi dari aksi intervensi BI di pasar valas.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat, berbagai langkah diupayakan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Terlebih, Indonesia punya pengalaman buruk saat krisis ekonomi Asia Timur pada 1998, memukul ekonomi nasional.

"Banyak pelajaran yang diambil dari krisis 98," ujar Muliaman Darmansyah Hadad kepada wartawan di Bali, Kamis (13/6).

Muliaman menuturkan, yang harus dibangun saat ini adalah pondasi industri keuangan yang kokoh. Menurutnya, salah satu agenda besar dalam kerangka pembangunan ekonomi nasional adalah kekuatan industri keuangan. "Kita juga harus ciptakan iklim di mana industri keuangan dapat tumbuh berkembang," jelasnya.

"Prestasi keuangan sendiri tidak cukup, tidak ada guna kalau tidak ada hal-hal fundamental," tegasnya.

Yang tidak kalah penting dalam pengembangan industri keuangan adalah dimensi perlindungan terhadap konsumen atau nasabah. "Kalau tidak bisa respons ini, industri keuangan dapat kehilangan loyalitas konsumen," ucapnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP