Obral insentif ala Prabowo dan Jokowi pada pengusaha
Merdeka.com - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menggelar dialog dengan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang bertarung 9 Juli mendatang. Dalam pembukaannya, Ketua KADIN Suryo Bambang memberikan sinyal banyak pekerjaan rumah yang akan diwariskan pada pemerintahan mendatang terkait tuntutan dan kondisi pengusaha Indonesia.
"Sebagai negara yang besar, kita memahami banyak tantangan dan permasalahan komplek yang tidak dapat diselesaikan pada pemerintah saat ini," ujarnya dalam pembukaan dialog Capres dan Cawapres dengan KADIN, Jumat (20/6).
Kadin meminta pasangan pemimpin terpilih, harus memiliki tiga prioritas utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Diantaranya, infrastruktur yang mencukupi dan berkualitas, sistem pendidikan yang perlu reformasi, serta menciptakan kebijakan publik yang pas.
Tetapi, hampir semua penguasa dalam pertanyaannya selalu meminta insentif bagi mereka, mulai dari bunga rendah, penghilangan kebijakan yang menghambat sampai pada peraturan dan kesempatan yang besar untuk membangun ekonomi dengan sekema kerjasama pemerintah swasta atau publik privat partnership.
Atas permintaan-permintaan tersebut, Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Hatta dan Joko Widodo - Jusuf Kalla mengamini permintaan tersebut. Tidak ada yang menolak permintaan insentif, bahkan kedua capres dan cawapres menjanjikan ada lembaga keuangan yang khusus membiayai proyek infrastruktur.
"Sedapat mungkin memberikan pembiayaan melalui skema PPP, memungkinkan swasta kita masuk ke infrastruktur. Apabila pembiayaan ini kita perhatikan dengan serius, maka saya sungguh yakin, akselerasi pembangunan infrastruktur, akan terdorong lebih cepat lagi," kata Calon Wakil Presiden Hatta Rajasa.
Sementara itu, selain memberikan janji kemudahan dalam berusaha, Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla akan mencarikan bunga murah bagi pengusaha untuk mengembangkan industrinya.
Tugas negara, lanjut Jokowi, adalah memberikan ruang yang luas untuk memamerkan dan mempromosikan produk dalam negeri di luar negeri."Bank khusus untuk eksport sudah ada, yang paling penting yang ini dapat dana yang murah dari luar, dan memberikan insentif industri," katanya. (mdk/arr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya