NTT ekspor 1,3 ton ikan anggoli ke Singapura
Merdeka.com - Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (KIPM) Kelas I Kupang mencatat Nusa Tenggara Timur mengekspor ikan anggoli sebanyak 1,3 ton ke Singapura lebih pada awal 2018. Jumlah tersebut telah diekspor sebanyak enam kali melalui jalur transportasi udara.
"Jumlah komoditas anggoli segar itu diekspor dengan frekuensi enam kali melalui jalur transportasi udara," kata Kepala KIPM Kelas I Kupang Edi Santoso seperti dikutip Antara di Kupang, Minggu (18/2).
Adapun nilai ekspor ikan anggoli ke Singapura yang tercatat di awal 2018 itu senilai USD 1.442. Selain anggoli, jenis komoditas perikanan lain yang di ekspor ke negara tersebut yakni ikan tenggiri segar dan kakap segar, namun masih dalam jumlah kecil.
Edi menjelaskan, permintaan ikan anggoli ke Singapura terus meningkat setiap tahun. Pihaknya mencatat, sepanjang 2017 lalu jumlah anggoli segar dengan kakap beku yang di ekspor ke Singapura mencapai 37,2 ton dengan nilai mencapai USD 194.444.
Jenis komoditas lainnya yang juga di ekspor pada tahun bersangkutan yakni tenggiri segar dan tuna loin dengan total frekuensi pengiriman sebanyak 115 kali. "Jumlah komoditas baik ikan anggoli dan kakap yang dikirim ke Singapura itu juga meningkat dari 2016 sekitar 24,3 ton lebih," katanya.
Edi menambahkan, ada sejumlah jenis komoditas perikanan yang diekspor sepanjang Januari 2018 di antaranya, anggoli segar, tenggiri segar, cakalang asap, cakalang beku dan ikan kering. Selain Singapura, komoditas tersebut juga diekspor ke Brunei Darussalam, Jepang, Thailand, Malaysia dan Timor Leste.
"Kami mencatat nilai ekspor untuk semua komoditas yang dikirim pada awal 2018 itu mencapai USD 426.707," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya