November, BI catat pelemahan rupiah 5,77 persen
Merdeka.com - Bank Indonesia mencatat pelemahan rupiah pada bulan November sebesar 5,77 persen secara mounth-to-mounth (mtm) menjadi Rp11.963 per USD.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi A Johansyah mengungkapkan pelemahan rupiah pada bulan lalu paling dominan dipicu oleh dua faktor yakni rencana pengurangan stimulus moneter AS (tapering-off) serta pengaruh defisit transaksi berjalan Indonesia.
"Namun nilai rupiah masih dalam kisaran under value dari nilai wajar, tapi kita masih hadapi tekanan khususnya korporasi sampe akhir tahun ini sementara, karena akhir tahun aktifitas pasar valas mulai turun," ujarnya saat di Gedung BI, Jakarta, Kamis (12/12).
Secara rata-rata pelemahan rupiah pada bulan November tercatat sebesar 2,42 persen (mtm) menjadi Rp 11.624 per dolar AS.
"Dengan kondisi rupiah yang sedkit undervalue saat ini diharapkan kepada para eksportir untuk segera mengkonversikan dolarnya ke mata uang rupiah," jelas dia.
Kendati demikian Bank Indonesia menilai pelemahan rupiah masih sejalan dengan perkembangan mata uang negara-negara kawasan. Ke depan, Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya sehingga dapat mendukung penyesuaian ekonomi secara terkendali.
"Kedepan kalau ketidakpastian mulai mereda, capai stabilitas pada rupiah. Makanya sekarang distabilkan dulu dan dengan sendirinya akan ada eksportir yang jual valasnya." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya