Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

November 2016, utang luar negeri Indonesia turun ke Rp 4.218 triliun

November 2016, utang luar negeri Indonesia turun ke Rp 4.218 triliun Utang. ©Shutterstock

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) melansir data terbaru mengenai posisi utang luar negeri Indonesia. Per November 2016, utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar USD 316,023 miliar atau setara dengan Rp 4.218 triliun (kurs hari ini). Angka utang ini turun dibanding bulan sebelumnya atau Oktober 2016 yang tercatat USD 323,478 miliar.

Namun demikian, posisi utang per November 2016 ini juga turun dibanding September 2016 yang mencapai USD 327,936 miliar.

Dikutip dari data resmi Bank Indonesia, utang luar negeri Indonesia sebesar USD 316,023 miliar ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah bersama Bank Indonesia serta swasta.

Porsi utang luar negeri pemerintah sendiri mencapai USD 150,958 miliar dan Bank Indonesia sebesar USD 3,52 miliar. Total utang keduanya adalah USD 154,48 miliar. Total utang ini turun dari bulan sebelumnya yang mencapai USD 159,79 miliar.

Sedangkan porsi utang swasta tercatat sebesar USD 161,54 miliar. Angka utang ini juga turun dibanding bulan sebelumnya yang mencapai USD 163,68 miliar.

Utang luar negeri swasta juga terbagi menjadi utang perbankan dan utang non-perbankan. Utang perbankan tercatat mencapai USD 29,104 miliar. Sedangkan utang luar negeri non-perbankan tercatat USD 134,44 miliar.

Untuk non-perbankan, terbagi menjadi utang lembaga keuangan bukan bank atau nonbank financial corporation yang mencapai USD 10,25 miliar. Kemudian utang perusahaan bukan lembaga keuangan atau nonfinancial corporation sebesar USD 122,18 miliar.

Bank Indonesia memandang perkembangan utang luar negeri pada November 2016 masih cukup sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi," kutipan keterangan Bank Indonesia di situs resminya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP