Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nota keuangan RAPBN 2019: Pendapatan negara ditarget Rp 2.142 triliun

Nota keuangan RAPBN 2019: Pendapatan negara ditarget Rp 2.142 triliun Pajak. ©2013 Merdeka.com/Ditjen Pajak

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK telah menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2019. Dalam rancangan ini, pemerintah menargetkan pendapatan negara dan hibah sebesar Rp 2.142 triliun. Pendapatan ini berasal dari perpajakan sebesar Rp 1.781 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 361,1 triliun dan hibah sebesar Rp 0,4 triliun.

"Pendapatan negara dan hibah di 2019 naik 12,6 persen dari perkiraan di tahun 2018. Bahkan naik 38,2 persen dari pendapatan dan hibah di 2014 yang hanya sebesar Rp 1.550,5 triliun," kata Presiden Joko Widodo dalam pidato nota keuangan di Jakarta, Kamis (16/8).

Dari sisi perpajakan, arah kebijakan 2019 dilakukan dengan mengumpulkan sumber pendapatan negara dari kegiatan ekonomi nasional, serta terus mendorong peningkatan kepatuhan melalui reformasi administrasi perpajakan yang lebih sederhana dan transparan.

"Dengan kebijakan itu, diharapkan tax ration di 2019 dapat mencapai 12,1 persen terhadap PDB, naik dari perkiraan 2018 sebesar 11,6 persen," kata Jokowi.

Presiden Jokowi juga berjanji akan memberikan insentif perpajakan melalui berbagai instrumen yaitu insentif perpajakan sektoral untuk mendukung sektor prioritas, antara lain melalui tax holiday, tax allowance, fasilitas pembebasan bea masuk dan subsidi pajak.

Selain itu, adalah insentif perpajakan kawasan, antara lain kawasan ekonomi khusus, kawasan industri dan tempat penimbunan berikat.

"Ada insentif perpajakan khusus mendorong ekspor, antara lain melalui kemudahan impor melalui tujuan ekspor, penugasan khusus ekspor dan tempat penimbunan berikat."

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP