Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp15.630 per USD
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) menguat di penutupan perdagangan hari ini, Senin (13/4). Nilai tukar mata uang Garuda tercatat menguat ke posisi Rp15.630 per USD.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, penguatan tersebut dipicu oleh pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia yang akan dilaksanakan pada Selasa (14/4).
"Bank Indonesia yang akan mengumumkan suku bunga pada hari Selasa 14 April 2020 bisa juga bisa menjadi penggerak pasar keuangan dalam negeri," ujar Ibrahim di Jakarta.
Ibrahim mengatakan, Rupiah bergerak lebih stabil belakangan ini, bahkan menguat tajam pada pekan lalu. Hal tersebut tentunya membuka peluang BI untuk kembali menurunkan suku bunga, dan bisa disambut positif oleh pelaku pasar.
"Walau cadangan devisa nasional pada akhir Maret sebesar USD 121 miliar, turun USD 9,4 miliar dibandingkan bulan sebelumnya, dari dalam negeri sentimen positif ada datang dari otoritas moneter tanah air," paparnya.
Siapkan Stok USD 60 Miliar
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comHal lain adalah Bank Indonesia (BI) menyepakati kerja sama repurchase agreement (repo) line dengan bank sentral AS, The Fed. Bank Sentral AS nantinya akan menyiapkan stok dolar hingga USD 60 miliar jika BI membutuhkan.
Pasar juga menunggu pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) yang akan melaporkan data neraca perdagangan Indonesia untuk Maret, dan akan terlihat seberapa besar dampak pandemi Covid-19 terhadap kinerja ekspor dan impor Indonesia.
"Dalam perdagangan hari ini rupiah ditutup menguat di level Rp15.630. Dalam perdagangan besok rupiah kemungkinan masih akan menguat di level Rp15.500 sampai Rp15.700," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya