Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp14.565 per USD
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat 50 poin walaupun sempat melemah 35 point dilevel Rp14.565 dari penutupan sebelumnya dilevel Rp14.615 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat di rentang Rp14.545 hingga Rp14.600 per USD.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, para ekonom beranggapan bahwa kebangkitan ekonomi China Kuartal-I tumbuh hingga 18,3 persen disaat hantaman pandemi Covid-19 yang belum usai, akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Ini merupakan sinyal positif bahwa pemulihan ekonomi di dalam negeri bisa dilakukan dengan cepat bahkan perkiraan PDB di Kuartal-II 7 persen kemungkinan bisa terealisasi," ujar Ibrahim dalam riset harian, Jakarta, Jumat (16/4).
Sebagai kalkulasi, kata Ibrahim, setiap pertumbuhan ekonomi China 1 persen akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,05 persen. Dengan demikian dampak dari pertumbuhan ekonomi China akan terasa pada Kuartal II dan Kuartal III 2021.
Di sisi lain, dampak pertumbuhan ekonomi China akan langsung terasa pada sisi ekspor, terutama permintaan dari Tirai Bambu otomatis akan meningkat sehingga akan berdampak langsung terhadap ekspor Indonesia ke China. Kemudian neraca perdagangan Indonesia berpotensi surplus hingga beberapa bulan ke depan.
"Selain itu korelasi pertama bisa dilihat dari sisi perdagangan dan itu bisa dilihat dari kontribusi ekspor Indonesia ke China sebesar 21 persen per Maret 2021, itu lebih tinggi kontribusinya dari pada sebelum covid-19. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik nilai ekspor nonmigas Indonesia ke China tercatat sebesar USD3,73 miliar per Maret 2021. Angka itu naik dari posisi Februari 2021 yang sebesar USD2,95 miliar," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya