Nilai tukar Rupiah ditutup menguat 47 poin
Merdeka.com - Laju nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Senin (7/3). Rupiah ditutup di Rp 13.085 per USD, dan ini menguat 47 poin atau 0,36 persen dibanding penutupan kemarin di Rp 13.131 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak cenderung datar sepanjang hari ini. Rupiah sempat menyentuh titik terkuatnya di Rp 12.998 per USD namun kembali melemah tipis ke Rp 13.085 per USD.
Sebelumnya, Analis dan Managing Partner Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe menjelaskan, penguatan nilai tukar Rupiah disebabkan semakin minimnya ketidakpastian global.
"Dari ekonomi kita ini fundamentalnya tidak jelek. Suku bunga The Fed juga sudah pasti, harusnya sudah tidak ada gejolak lagi," kata Kiswoyo kepada merdeka.com, Senin (7/3).
Bank Indonesia bakal merilis angka cadangan devisa Indonesia hari ini, Kiswoyo menilai, seharusnya dengan kondisi Rupiah menguat, cadangan devisa akan meningkat. Selain karena penguatan Rupiah, aliran dana asing yang masuk ke Indonesia juga dinilai cukup deras, terutama dari Jepang yang saat ini kondisi perekonomiannya sedang negatif.
"Cadev diharapkan naik, ada arus dana masuk, karena di Jepang kan lagi negatif ya. Sebenarnya, harga wajar Rupiah itu di angka Rp 11.500 sampai Rp 12.500, kemarin sampai nyaris Rp 14.000 karena memang kondisi globalnya juga sedang tidak pasti," jelas dia.
Lebih lanjut, Kiswoyo melihat, BI akan banyak melakukan intervensi pasar agar Rupiah tidak terlalu kuat. Hal ini untuk menghindari aktivitas impor kembali meningkat.
"BI kayaknya akan beli banyak karena BI mau mempertahankan rupiah di angka Rp 13.000 supaya impornya enggak naik lagi," tutup dia.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya