Nilai tukar Rubel Rusia anjlok ke level terendah sepanjang masa
Merdeka.com - Nilai tukar mata uang Rusia, Rubel jatuh ke titik terendah yang belum pernah tersentuh sebelumnya. Nilai tukar Rubel anjlok 4 persen menjadi 82 rubel per USD pada Rabu. Nilai ini lebih rendah dari 2014 silam, di mana saat Rusia mengalami resesi ekonomi.
Anjloknya nilai tukar Rubel dipicu rendahnya harga minyak dunia, hingga menyentuh level di bawah USD 27 per barel atau tingkat terendah sejak September 2003. Pergerakan nilai tukar Rubel cenderung mengikuti harga minyak karena Rusia selama ini sangat tergantung pada energi.
Lebih dari 50 persen pendapatan Rusia selama ini berasal dari minyak. Anjloknya harga minyak dari USD 100 per barel di 18 bulan lalu menjadi hanya USD 27 per barel. Padahal, Rusia membutuhkan harga minyak USD 82 per barel untuk menyeimbangkan anggarannya.
"Penurunan harga minyak membuat proyeksi ekonomi Rusia makin gelap," kata Analis, Neil Shearing, seperti dikutip dari CNN, Kamis (21/1).
Namun, sejumlah bos perusahaan di Rusia percaya nilai tukar Rusia terhadap USD akan kembali naik dan membaik.
"Situasi sekarang memang penuh tantangan, namun pelemahan Rubel membuat produk kami menjadi makin bersaing. Saya berharap Rusia menemukan titik keseimbangan baru," kata CEO Severstal, Alexey Mordashov. Severstal merupakan salah satu perusahaan tambang Rusia.
Pelemahan nilai tukar Rubel cukup menyiksa Rusia. Kondisi ini membaut inflasi sepanjang 2015 mencapai 12,5 persen, sementara upah riil terus menurun.
Data statistik resmi menyebutkan, sebanyak 20 juta penduduk Rusia atau 14 persen dari populasi hidup dalam kemiskinan. Jumlah ini naik dari 16 juta penduduk di 2014.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya