Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nilai tukar Dolar tembus Rp 14.700, krisis Turki dan Argentina jadi sebab

Nilai tukar Dolar tembus Rp 14.700, krisis Turki dan Argentina jadi sebab dolar AS. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat terus melemah dalam beberapa bulan terakhir. Hari ini, Rupiah tercatat melemah menjadi Rp 14.734 per USD. Pelemahan ini terparah sejak awal tahun.

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, mengatakan pelemahan nilai tukar ini dipicu oleh krisis Turki dan Argentina. Selain itu, rencana kenaikan suku bunga The Fed juga turut membuat Rupiah terkapar.

"Karena tekanan global dari kenaikan Fed rate meningkat, perang dagang AS China, dan ketidakpastian harga minyak mentah. Saat ini krisis di Turki dan Argentina jadi bara api yang menjalar secara sistemik ke negara berkembang," ujar Bhima kepada merdeka.com di Jakarta, Kamis (30/8).

Bhima mengatakan, pelemahan Rupiah dalam jangka panjang akan berpengaruh kepada daya beli masyarakat. Sebab, biaya impor meningkat sehingga harus dibebankan kepada harga jual ke konsumen.

"Dampaknya kalau rupiah terus merosot akan membuat daya beli masyarakat anjlok karena biaya impor pangan naik dan kenaikan harga jualnya dibebankan ke masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, bagi industri manufaktur biaya produksi dan beban utang luar negeri semakin menjerat. Potensi gagal bayar utang swasta bisa memperparah stabilitas sektor keuangan.

"Dari sisi domestik konsumsi rumah tangga melambat, defisit transaksi berjalan dan defisit perdagangan naik. Permintaan dolar untuk pembiayaan bunga dan cicilan pokok utang swasta dan pemerintah juga memberatkan rupiah," kata Bhima.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP