Nilai impor Indonesia perlahan mulai turun
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan nilai impor Indonesia pada November 2014 mencapai USD 14,04 miliar. Angka ini turun 8,39 persen jika dibandingkan Oktober 2014. Jika dibandingkan November 2013, nilai impor ini juga turun sebesar 7,31 persen.
Kepala BPS, Suryamin mengatakan turunnya nilai impor karena turunnya pembelian mesin dan peralatan mekanik sebesar 8,46 persen. Selain itu, impor besi baja juga turun dan diikuti penurunan impor barang barang dari plastik.
"Impor sepeda motor dan bagian bagiannya komponen juga turun bahkan 13 persen di November ini. Kemudian impor komoditi dan barang industri juga menurun. Mudah mudahan ini berlanjut dan disubstitusi dengan barang dalam negeri," ucap Suryamin ketika konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Jumat (2/1).
Impor akumulasi dari Januari - November 2014 mencapai USD 163,74 miliar. Angka ini juga turun sebesar 4,34 persen jika dibandingkan dengan nilai impor periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini terjadi karena merosotnya impor nonmigas yang nilainya hanya 123,67 miliar atau turun 4,96 persen.
"Share terbesar impor masih peralatan mekanik USD 23,81 miliar. Kemudian mesin dan peralatan listrik 15,90 miliar," katanya.
Dilihat dari asal negaranya, sumbangan terbesar impor Indonesia pada November 2014 masih datang dari China dengan nilai USD 27,53 miliar, angka ini meningkat 1,11 persen. Kemudian impor terbesar selanjutnya datang dari Jepang dengan nilai USD 15,72 miliar atau turun 10,26 persen.
Negara lain, Singapura dengan nilai USD 9,4 miliar dan meningkat 1,13 persen. "Share impor dari tiga negara tersebut mencapai 42,57 persen," tutupnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya