Netflix naikkan biaya langganan mulai Oktober
Merdeka.com - Netflix berencana menaikkan biaya langganan pada Oktober mendatang. Pemirsa Netflix nantinya diharuskan membayar USD 10 per bulan atau setara Rp 131.500 (kurs Rp 13.150).
Dilansir dari CNN Money, Rabu (20/4), pelanggan Netflix sebelumnya dikenakan biaya USD 9 untuk pengguna baru, dan USD 8 bagi pengguna lama. Namun, Netflix memberikan keistimewaan bagi pelanggan setianya yang telah lama berlangganan bahwa kenaikan belum dikenakan pada Oktober nanti.
Kenaikan biaya langganan ke USD 10 per bulan akan dikenakan secara bertahap sepanjang tahun ini. Netflix akan mengirimkan surat elektronik pemberitahuan dan sejumlah pilihan sebelum diberlakukan kenaikan.
"Pilihan tersebut antara lain berhenti berlangganan atau tetap melanjutkan dengan dua ketentuan," tulis Netflix.
Pertama, tetap dikenakan biaya USD 8 dengan kualitas gambar standard dan hanya satu orang dapat menggunakan akun terdaftar pada saat bersamaan. Kedua, pelanggan dapat membayar lebih yakni USD 12 dengan mendapatkan kualitas gambar definisi tinggi dan dapat digunakan di empat layar secara bersamaan.
CEO Netflix, Reed Hastings, mengatakan tambahan pendapatan dari kenaikan biaya langganan ini akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan di tahun depan.
Sebelumnya diberitakan, Netflix akan secara resmi hadir di 130 negara baru di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penambahan pasar baru yang dimiliki Netflix tersebut membuatnya sudah hadir melayani pelanggan di 190 negara seluruh dunia.
Hadirnya layanan video streaming Netflix membuat sebagian orang negeri ini bisa menikmati konten premium dan eksklusif. Menariknya, biaya langganan Netflix pun dibanderol dengan harga minimal Rp 109 ribu. Kendati begitu, ada hal lain yang harus dibayarkan oleh pelanggan. Apa itu?
Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, meski biaya langganan murah, namun pelanggan Netflix tetap harus siap dengan biaya layanan data untuk bisa menikmati semua konten baik film maupun siaran lain di dalamnya.
"Itu kan biaya yang harus dibayar ke Netflix langsung. Tapi kan pelanggannya harus siap dengan biaya layanan data yang dibayar ke operator secara terpisah. Memang kelihatannya lebih murah daripada film (di bioskop), tapi emang langganan datanya mereka gak bayar?" ujar dia saat ditemui wartawan, Jakarta.
"Sama aja kayak nelepon pake WhatsApp orang bilang gratis, darimana gratis! emangnya datanya gak bayar. Kan layanan datanya kita harus bayar ke operator. Ini sama saja dengan Netflix," imbuhnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya