Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Neraca Perdagangan September 2021 Alami Surplus USD4,37 Miliar

Neraca Perdagangan September 2021 Alami Surplus USD4,37 Miliar Gedung BPS. ©2018 wordpress.com

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia di September 2021 mengalami surplus USD4,37 miliar. Angka tersebut karena ekspor mencapai USD20,6 miliar sementara impor mencapai USD16,23 miliar.

Kepala BPS Margo Yumowo mengatakan, realisasi ini lebih rendah dari surplus USD4,74 miliar pada Agustus 2021, namun masih lebih tinggi dari USD2,44 miliar pada September 2020. Secara total, akumulasi surplus neraca dagang Indonesia mencapai USD25,07 miliar pada Januari-September 2021.

"Kalau kita lihat pada grafik, bahwa neraca perdagangan Indonesia selama 17 bulan beruntun membukukan surplus," kata Margo di Jakarta, Jumat (15/10).

Komoditi non migas menyumbang surplus terbesar itu adalah non migas. Beberapa di antaranya adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan.

Sedangkan negara yang memberikan andil surplus yaitu Amerika Serikat (AS), India dan Filipina. Dengan AS surplus USD1.579,8 juta yaitu ekspor pakaian dan asesoris. India surplus USD718,6 juta komoditasnya bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan.

"Dengan Filipina suprlus pada bahan bakar mineral dan kendaraan serta bagiannya," kata Margo.

Sebaliknya Indonesia defisit ke Australia karena adanya impor bahan bakar mineral, biji logam dan perak. Kemudian dengan Thailand penyebabnya berasal dari plastik dan barang dari plastik.

"Lalu Ukraina defisit sebesar USD 247,2 juta. Komoditasnya adalah komoditas serelia, besi dan baja," tandasnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP