Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Negara Ekonomi Terbesar Ketiga Dunia Alami Pertumbuhan Terburuk Sepanjang Sejarah

Negara Ekonomi Terbesar Ketiga Dunia Alami Pertumbuhan Terburuk Sepanjang Sejarah Peringatan 75 Tahun Jepang Menyerahan di Perang Dunia II. ©2020 AFP/CHARLY TRIBALLEAU

Merdeka.com - Jepang, negara dengan perekonomian terbesar ketiga dunia, melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal II negaranya memasuki yang terburuk dalam sejarah. Hal ini disebabkan menyebarnya wabah Covid-19 yang berpengaruh ke sektor konsumsi.

Dilansir dari CNN, pemerintah Jepang melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal II turun 7,8 persen dibanding kuartal sebelumnya. Secara tahunan, perekonomian Jepang menyusut 27,8 persen.

Penurunan ini menunjukkan Jepang mengalami penurunan terburuk sejak pencatatan data dilakukan pada 1980 serta menandakan adanya kontraksi selama tiga kuartal berturut-turut.

Sektor konsumsi, yang menyumbang lebih dari setengah pertumbuhan ekonomi Jepang, merosot 8,2 persen dalam kuartal II. Ini akibat dihentikannya kegiatan industri selama 6 minggu pada masa darurat nasional di April dan Mei.

Adapun berkurangnya ekspor turut memangkas tiga persen sumbangan pada PDB pada kuartal ini karena perdagangan global yang melambat. Profesor dari Doshisha Business School, Noriko Hama, berharap adanya kebijakan antisipasi yang lebih komprehensif dikeluarkan oleh pemerintah.

Pemberian Subsidi

negara ekonomi terbesar ketiga dunia alami pertumbuhan terburuk sepanjang sejarahRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pemerintah Jepang sebelumnya sempat merencanakan pemberlakuan subsidi guna meningkatkan pariwisata domestik pada pertengahan Juli sesaat setelah jumlah kasus terdampak COVID-19 mulai melonjak.

Selama bulan Agustus, kasus terdampak COVID-19 di Jepang menyentuh 19.000 jiwa; yang menyumbang sepertiga korban dari jumlah keseluruhan kasus COVID-19 di Jepang.

Tercatat hingga Senin (17/8), kasus virus COVID-19 di Jepang ada di angka 55.426. Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang juga mengonfirmasi angka 1.101 kematian terkait virus ini.

Beberapa ekonom juga memperingatkan bahwa berbagai langkah bantuan yang didapat dari dua paket stimulus ekonomi di awal tahun ini akan berakhir pada bulan September. Hal ini akan menimbulkan risiko bagi para penggiat usaha kecil sampai menengah, yang juga merupakan bagian besar dari perekonomian Jepang.

Reporter Magang: Theniarti Ailin

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP