Nasib Petral ditentukan enam bulan ke depan
Merdeka.com - Pemerintah terus mengawasi ketat keberadaan Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang belakangan jadi sorotan publik. Pasalnya, banyak tudingan kepada Petral menyebut anak usaha Pertamina tersebut terus membuat negara rugi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyebut di bawah komando Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi, Faisal Basri, sedang menelusuri jejak kinerja Petral. Menurutnya, bila terkait fungsi dan kontrol berada di bawah kewenangan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.
"Bila ini ada pemanfaatannya dilanjutkan, kalau banyak mudaratnya ya (keputusannya) diserahkan ke Pertamina," kata Sudirman di Jakarta, Rabu (26/11).
Tim anti-mafia migas ini diberikan waktu enam bulan untuk memotret dan memberikan rekomendasi atas penelusurannya. Dikatakan Sudirman, tiap bulan, tim tersebut bakal melaporkan hasilnya.
Sebelumnya, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno Soewandi menyatakan bakal mengkaji kembali keberadaan PT Pertamina Trading Limited atau Petral. Apalagi, perusahaan trader minyak dan gas ini dinilai merugikan negara.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya