NasDem Singgung Kemungkinan Perubahan Isi Draf RUU Omnibus Law Dampak Corona
Merdeka.com - Anggota Fraksi NasDem di Badan Legislasi (Baleg) Taufik Basari mempertanyakan kemungkinan perubahan materi dalam draf RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Pertanyaan tersebut dilatarbelakangi merebaknya wabah Covid-19 yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi nasional.
Dia berpendapat bahwa draf RUU Ciptaker disusun dalam perhitungan ekonomi sebelum wabah Covid-19. Ketika Covid-19 merebak, maka tentunya berdampak pula pada perhitungan atau asumsi-asumsi ekonomi.
"Apakah juga ada perubahan terhadap draft? Karena ini kan kita terima draft yang dulu disusun ketika asumsi ekonomi makronya masih normal," kata dia, dalam rapat Baleg, Selasa (14/4).
"Nah pada saat ini kita sudah menghadapi Covid-19, apakah ada perhitungan-perhitungan baru yang bisa memengaruhi draft yang sudah ada," ujarnya.
Jika tidak ada perubahan, fraksi-fraksi bisa mulai membuat daftar inventarisasi masalah (DIM) berdasarkan draf yang akan dikirimkan ke fraksi-fraksi. Namun jika ada perubahan, maka pihaknya menunggu draf baru.
"Tapi jika ternyata ada hitung-hitungan baru menyesuaikan dengan kondisi ekonomi pasca Covid-19, maka tentunya kita berharap ada draft baru. Itulah yang akan kita jadikan bahan untuk membuat DIM," ujar dia.
Selain isi draft, dia juga mempertanyakan target pemerintah terkait penyelesaian RUU ini. Apakah pemerintah akan tetap pada target lama atau mau mengubah targetnya.
"Apakah tetap dengan target-target yang sudah pernah disampaikan sebelumnya? kan dulu pernah disampaikan target-target terkait dengan waktu. sekarang kita menghadapi Covid-19 apakah ada perubahan?," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya