Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mulai hari ini, tarif Go-Jek naik di jam macet Jakarta

Mulai hari ini, tarif Go-Jek naik di jam macet Jakarta Go-Jek. ©2015 merdeka.com/henny rachma sari

Merdeka.com - Bisnis Go-Jek atau antar jemput ojek di Jakarta saat ini semakin laris. Pasalnya, banyak orang tidak mau naik angkutan umum karena macet dan berdesak-desakan.

Namun demikian, pengguna Go-Jek mulai hari ini nampaknya harus merogoh kocek lebih dalam lagi. Pengusaha Go-Jek bakal menaikkan tarifnya saat jam macet Jakarta. Hal ini dilakukan karena Go-Jek juga merasakan dampak kemacetan.

Dalam siaran pers Go-Jek yang diterima merdeka.com, perusahaan mengatakan driver sangat kesulitan mencapai lokasi pemesan saat jam macet atau rush hour. Selain itu, tarif Go-Jek dinilai juga masih sangat rendah dibandingkan dengan yang lain.

"Menurut informasi dari para driver, harga kami ada di di bawah harga pasaran. Mulai hari ini kami akan memberlakukan harga peak hour dari jam 16:00 - 19:00 setiap hari kerja Senin sampai dengan Jumat. Selama tiga jam ini, biaya minimum order yang tadinya Rp 25.000 akan naik menjadi Rp 35.000," isi kutipan siaran pers Go-Jek.

Menurut perusahaan, kenaikan tarif dilakukan agar bisnis tetap kompetitif dan perusahaan bisa memberikan pelayanan yang memuaskan pada pelanggan.

"Banyak driver mengeluh kalau mereka tidak menerima imbalan yang setimpal atas kondisi kemacetan di jam-jam tersebut dan inilah alasan kenapa para driver enggan mengambil order pada waktu rush hour. Kami berharap kebijaksanaan ini dapat menjadi jalan keluar untuk permasalahan yang ada," tutupnya.

Go-Jek adalah bisnis yang dirintis oleh Nadiem. Berawal dari kegemarannya beraktivitas menggunakan ojek, Nadiem mencetuskan ide untuk mengorganisir bisnis jasa transportasi ini. Dia yakin ojek menjadi jasa transportasi potensial untuk menerabas kemacetan jalanan Ibu Kota yang sudah hampir tidak mungkin ditempuh menggunakan kendaraan roda empat.

"Jadi terinspirasi dari saya sendiri," ujar Nadiem kepada merdeka.com di Jakarta, Rabu (8/4).

Berangkat dari pengalamannya itu, Nadiem bersama sejumlah rekannya memutuskan membuka bisnis Go-Jek Indonesia pada 2011. Bisnis Go-Jek kini semakin berkembang.

Atas kinerjanya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok bahkan mengajaknya bekerja sama untuk mewujudkan konsep smart city di Jakarta. Penggunaan teknologi dalam bisnis Go-Jek yang membuat Ahok tertarik menjalin kerja sama.

"Kita mau link-kan dengan Transjakarta termasuk bus tingkat. Jadi nanti masyarakat mungkin bisa tahu kalau mau kemana-mana yang cepat lewat mana. Abis naik bus bisa naik ojek atau apa," ujar Ahok di Kantornya. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP