Mulai dilelang Mei, trem Surabaya Rp 4,5 triliun ditarget beroperasi akhir tahun
Merdeka.com - Setelah mengalami beberapa kali penundaan karena persoalan dana, akhirnya Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi akan segera mewujudkan mimpi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini untuk segera memiliki moda transportasi massal atau trem di kotanya.
Rencananya, kata Budi, proyek senilai Rp 4,5 triliun itu akan segera dilelang. "Lelangnya kita rencanakan tiga bulan lagi," kata Budi usai mengisi dialog nasional di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Selasa (27/2).
Proyek trem ini akan dikerjakan dengan sistem Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Karena itu, lanjutnya, selain modal dari pemerintah melalui APBN, pihak swasta selaku pemenang lelang juga akan menyertakan modalnya.
Rincian modal untuk proyek itu, kata Budi, Rp 1 triliun hingga Rp 1,5 triliun dianggarkan dari APBN, sisanya dari pemerintah daerah dan swasta. Termasuk dana dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku operator trem. "Mudah-mudahan akhir tahun ini (2018) sudah bisa beroperasi," tandas Budi.
Seperti diketahui, proyek trem ini awalnya direncanakan memiliki jalur sepanjang 17 kilometer (km), mulai dari Stasiun Wonokromo hingga Jalan Indrapura. Namun akhirnya dipangkas menjadi 9 km, mulai dari Stasiun Wonokromo membela kota Surabaya hingga Jalan Praban, lalu kembali ke Jalan Tunjungan.
Tujuan dari pembangunan trem ini adalah untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Kota Pahlawan. Moda transportasi cepat ini akan melintas di samping jalur pendestrian agar penumpang bisa dengan mudah naik-turun trem. Moda transportasi ini juga dinilai sangat ramah lingkungan karena menggunakan energi listrik.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya